Banyak industri yang melakukan persiapan sebelum memasuki () termasuk industri perbankan dalam menghadapi MEA. Seperti diketahui industri perbankan memiliki peran penting dalam ekonomi global saat ini. Untuk itu industri jasa keuangan harus menjaga agar kondisi usahanya tetap sehat dan stabil melalui otoritas dan pelaku industri yang berada didalamnya.

Sementara untuk anda yang merupakan tenaga kerja perbankan pun harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi MEA, yaitu melalui sertifikasi profesi perbankan. Bagi anda yang ingin memiliki sertifikasi profesi perbankan bisa mendapatkanya melalui (). Dengan mengikuti sertifikasi ini, maka anda akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri perbankan yang terkini dan setara internasional dan pastinya akan berguna untuk operasional dan teknis di dunia perbankan.

Kompetensi tenaga perbankan

Setidaknya ada 13 bidang kompetensi perbankan di LSPP, baik untuk perbankan umum maupun perbankan syariah, yaitu:

a. Audit internal
b. Compliance
c. Funding and services
d. Finance anda accounting
e. General banking
f. Human resources
g. Information technology
h. Lending
i. Operation
j. Risk Management
k. Treasury
l. Sales and marketing
m. Wealth management

Dari tiga belas bidang hanya sembilan bidang kompetensi yang menjadi bagian sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan, kecuali information technology, human resources, finance anda accounting, serta sales and marketing.

Sertrifikasi
Selain sertifikasi dari LSPP, tenaga kerja perbankan di tanah air juga tidak banyak yang memiliki tenaga spesialis kredit bersertifikat internasional atau (CDCS). CDCS menjadi acuan dalam perdagangan internasional untuk menentukan apakah bank yang digunakan untuk letter of credit (L/C) dapat dipercaya.

Jumlah tenaga kerja perbankan di Indonesia yang tersertifikasi CDCS kalah banyak jika dibanding dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand dan Singapura, di Indonesia baru ada 161 orang yang memiliki sertifikat ini. Hambatan ini diakibatkan oleh kesadaran yang minim dari pengelola bank, karena memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dengan memiliki lebih banyak tenaga perbankan yang tersertifikasi akan membuat layanan perbankan bisa semakin baik, dan industri perbankan dalam menghadapi MEA juga menjadi lebih siap.

Comments are closed.