Berdasarkan data yang dihimpun oleh (Real Estate Indonesia), pertumbuhan bisnis di Indonesia meningkat hingga 30 persen. Hal ini menunjukan bahwa perputaran bisnis di bidang masih belum maksimal. REI memprediksi bahwa bisnis di bidang akan terus mengalami peningkatan bahkan hingga tahun 2018. Para pelaku bisnis pun menggunakan peluang ini untuk mengembangkan bisnis propertinya. Dalam sebuah pameran RE Expo tahun 2015 di Makasar, disebutkan bahwa perbandingan pertumbuhan bisnis cukup tajam. Pameran yang diselenggarakan di bulan Maret lalu ini membandingkan prosentase pertumbuhan bisnis tahun ini dan tahun 2014 lalu. Tecatat bahwa di tahun 2014, pertumbuhan bisnis properti hanya sekitar 15 hingga 20 persen saja, dan di tahun 2015 ini investasi di bidang properti kembali dia angka normal.

Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis properti tahun 2015 ini yaitu adanya faktor LTV ) yang ada kaitanya dengan besarnya DP yang harus dibayarkan oleh pembeli properti di awal pembelian properti. Besaran angka cicilan kedua dan ketiga properti juga turut berpengaruh terhadap jumlah permintaan konsumen. Melihat baiknya perkembangan bisnis di sektor properti, para stakeholder diharapkan dapat ikut serta aktif dalam menjalankan bisnis ini. Pihak Asosiasi REI juga siap memberikan edukasi pada para pelaku bisnis properti dan juga masyarakat seputar bisnis properti.

Edukasi yang diberikan pada konsumen lebih kepada soal skema kredit mengingat ada cukup banyak konsumen yang memberikan komplain terkait dengan perubahan suku bunga yang diberlakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu pada konsumen.

One Response to “Perkembangan Bisnis Properti di Indonesia”

  1. Peluang Bisnis Properti Tahun 2015 | Informasi Seminar dan Training (Pelatihan) di Indonesia

    […] program KPR kelas menengah, kondisi tersebut menjadi faktor utama penghambat berkembangnya usaha properti. Meskipun ada pihak yang pesimis, ternyata masih ada juga yang meras optimis dengan peluang bisnis […]

Comments are closed.