di tahun 2015 semakin menarik untuk dilihat dan dicermati dengan teliti. Apalagi ketika setelah bapak Jokowi dan bapak JK dilantik menjadi presiden dan wakil presiden. Banyak pihak yang memprediksi bahwa dalam masa pemerintahan Jokowi akan menyuguhkan suasana politik yang beda dengan pemimpin negara yang sebelumnya. Semakin berkembangnya teknologi semakin berkembang pula trend baru dalam bisnis , dalam beberapa kurun tahun terakhir sudah ada peningkatan trend yang signifikan. Meskipun bisnis mempunyai peluang yang besar, banyak pula pihak yang putus asa dan pesimis akan berkembangnya bisnis tersebut, dilihat dari beberapa faktor yaitu tingginya disparitas yang sedang terjadi sehingga bisnis menjadi labil, bahkan ketika harga bahan bakar minyak naik juga mempengaruhi dunia bisnis .

Naiknya BBM juga mempengaruhi kenaikan harga bahan baku atau material untuk membangun sebuah perumahan. Kondisi menjadi semakin parah ketika ada batasan dalam pemberian kredit untuk program kelas menengah, kondisi tersebut menjadi faktor utama penghambat berkembangnya usaha properti. Meskipun ada pihak yang pesimis, ternyata masih ada juga yang meras optimis dengan peluang bisnis properti yaitu kontraktor, mereka bahkan yakin bahwa bisnis properti mempunyai peluang besar dan pada tahun 2015 akan mencapai puncaknya, dilihat dari perkembangan bisnis properti pada 2 tahun terakhir. Pertumbuhan bisnis properti 2 tahun terakhir cukup signifikan walaupun pada tahun 2014 akhir terjadi penurunan yang lumayan dalam pasar properti, namun menariknya, bisnis properti pada tahun 2012 hingga 2013 mengalami peningkatan, sehingga dianalisis bahwa tahun 2015 menjadi tahun yang menguntungkan untuk peluang bisnis properti.

Faktor lain yaitu karena masih banyaknya masyarakat yang merasa sangat butuh untuk mempunyai tempat tinggal pribadi. Dalam sebuah penelitian melaporkan bahwa masyarakat Indonesia yang belum terpenuhi keinginan untuk memiliki rumah sendiri yaitu sekitar 15 juta unit, angka tersebut belum termasuk permintaan yang bertambah setiap tahunnya hingga 300 ribu unit bangunan. Akhirnya dua sisi opini dari dua pihak tersebut bisa dibuktikan tahun ini, bahwa permintaan masyarakat dalam kebutuhan properti atau rumah meningkat dengan signifikan, sehingga peluang bisnis properti tahun ini tidak lagi perlu diragukan.

Comments are closed.