Teknik berkomunikasi/bicara adalah sebuah cara untuk menyampaikan pendapat, gagasan atau ide dengan baik dan efektif serta dapat dimengerti oleh lawan bicara, baik komunikasi antar pribadi atau dari pribadi kepada kelompok. Komunikasi adalah sarana berhubungan bagi makhluk sosial seperti manusia. Tidak hanya dalam lingkungan kerja saja namun dalam lingkungan keluarga terkecil pun komunikasi yang baik diperlukan agar tidak terjadinya salah paham. Ketika berkomunikasi dengan orang lain pastikan bahwa penyampaiannya tidak bertele-tele. Lawan bicara akan menjadi bingung jika pembicaraan tersebut berputar-putar tanpa bisa menangkap poin utama dari pembicaraan tersebut. Akan sangat membuang waktu bukan jika berbicara basa-basi hingga setengah jam padahal hal penting dalam pembicaraan tersebut bisa disampaikann hanya dalam waktu 5 menit?

Komunikasi yang terjalin dengan baik dimaksudkan agar lawan bicara mengerti benar dengan hal yang disampaikan, hal tersebut bisa dicapai dengan menambah gerak atau ekspresi dalam berbicara. Gunakan tekanan pada kata-kata yang penting atau gunakan ekspresi seperti senyum, anggukan kepala dan postur tubuh lainnya agar pendengar menangkap hal yang dibicarakan. Kalau perlu gunakan alat bantu sepeti foto atau video untuk memperjelas maksud pembicaraan. Kemudian berkomunikasi yang baik adalah memberikan informasi yang tepat guna. Artinya ketika membicarakan sebuah materi/tema dilihat dulu dengan siapa lawan bicaranya. Selain agar informasinya sampai ke orang yang tepat, dapat menggunakan gaya bahasa yang tepat pula.

Dengan orang tua tentu bahasanya lebih sopan, sedangkan dengan anak muda bisa menggunakan bahasa santai namun tetap dalam batasan kata-kata yang baik. Perhatikan juga situasi lawan bicara, apakah dia siap untuk mendengar materi yang akan dibicarakan atau fokus dan pikirannya masih ada di tempat lain. Hal ini penting agar pembicaraan lebih efektif dan efisien, tanpa harus mengulang atau tanpa adanya kesalahan penerimaan informasi nantinya.

Komunikasi yang baik juga adalah komunikasi yang berlangsung 2 arah, yang berarti ada tanggapan atau feedback dari pendengar. Dari tanggapan tersebut dapat diketahui apakah pendengar sudah menangkap maksud pembicaraan tadi dan mengerti materi yang disampaikan atau masih ada yang belum dimengerti. Hormati setiap reaksi dari lawan bicara baik berupa usul, saran bahkan kritik, karena hal tersebut bisa membuat lawan bicara merasa nyaman dan berpartisipasi penuh pada pembicaraan.

Comments are closed.