Teknik berkomunikasi/bicara diperlukan untuk membuat pendapat, gagasan atau ide tersampaikan dengan baik kepada lawan bicara. Teknik berkomunikasi/bicara yang baik meliputi beberapa prinsip seperti berbicara dengan efektif, yaitu berbicara tanpa bertele-tele, dengan bahasa yang tepat dan mudah dimengerti. Kemudian prinsip motivasi yaitu pembicaraan mengandung dorongan dan penyemangat bagi lawan bicara sehingga bisa mempengaruhi untuk melakukan sesuatu dengan baik. Berikutnya adalah prinsip perhatian, yaitu memperhatikan siapa lawan bicara, seperti apa situasinya serta cara penyampaian materi agar bisa dimengerti oleh lawan bicara. Dan terakhir adalah berbicara menggunakan indera dan media yaitu berbicara dengan bantuan ekspresi atau alat peraga untuk memperjelas maksud pembicaraan.
Selain itu ada 5 teknik berkomunikasi/bicara lainnya yang bisa dipraktekkan yaitu :

1. Kesan antusias
Komunikasi 2 arah yang terjadi membutuhkan perhatian dari lawan bicara. Perlihatkan keseriusan dan antusiasme ketika berbicara atau ketika lawan bicara memberi respon pembicaraan dengan pendapat, saran ataupun kritik mereka. Hal itu akan membuat lawan bicara merasa dihargai dan bisa fokus sepenuhnya pada pembicaraan.

2. Perhatikan bahasa tubuh
Baik sebagai pembicara atau pendengar, bahasa tubuh yang baik tentu akan memperlihatkan kesan yang baik pula. Jangan terkesan acuh atau terlalu arogan dalam berkomunikasi. Perlihatkan bahasa tubuh yang menyenangkan sehingga lawan bicara akan tertarik bergabung dalam pembicaraan.

3. Kontak mata
Buka berarti harus melotot atau melihat dengan pandangan tajam pada lawan bicara, tapi kontak mata ini dimaksudkan agar lawan bicara sadar bahwa pembicaraan tersebut penting dan membutuhkan perhatian dari lawan bicara.

4. Berbicara dengan energi
Lawan bicara akan tertarik dengan tema yang dibicarakan jika disampaikan dengan penuh semangat. Siapa yang akan mau mendengarkan orang yang berbicara dengan nada bosan, lemah dan tidak fokus? Ingat bahwa semangat bisa menular dan ketika berbicara dengan penuh semangat tentu lawan bicara akan membalas dengan “semangat” pula untuk mendengarkan.

5. Ekspresi yang tepat
Untuk mengajak lawan bicara masuk dalam pembicaraan tentu lebih dulu memberikan ekpresi yang tepat. Sebuah senyuman misalnya, bisa memberikan kesan positif dan membuat lawan bicara merasa nyaman. Begitu pula dengan anggukan dan gelengan, bisa lebih memperjelas maksud dari pembicaraaan yang disampaikan.

Comments are closed.